Cerita si beruk
Dulu, di sebuah desa di tepi hutan, ada seekor beruk (sejenis kera) yang nakalnya bukan main. Orang-orang desa memanggilnya Si Beruk.
Setiap hari, ia suka mencuri buah-buahan dari kebun penduduk. Kalau ada orang yang menjemur padi atau singkong, Si Beruk cepat-cepat datang mengambilnya, lalu kabur ke atas pohon sambil mengejek orang-orang di bawahnya.
Suatu hari, seorang petani kehilangan banyak pisang. Ia pun memasang perangkap di kebunnya. Si Beruk yang rakus langsung tergiur melihat pisang yang ranum. Dengan cepat ia meraih pisang itu, tapi tangannya terjebak dalam perangkap. Ia berusaha keras menarik tangannya, tapi karena masih menggenggam pisang, ia tak bisa lolos.
Orang desa datang dan berkata:
“Lihatlah, bukan perangkap yang membuatnya terjebak, tapi kerakusannya. Kalau ia mau melepaskan pisang itu, ia bisa bebas.”
Akhirnya, petani melepaskan Si Beruk, tapi sejak hari itu, hewan-hewan dan anak-anak desa sering diberi pelajaran: jangan serakah seperti Si Beruk. Kalau terlalu rakus, justru akan mencelakakan diri sendiri.

Komentar
Posting Komentar